Tanah Desa menjadi Tanah Kota

Tanah Desa menjadi Tanah Kota

Hirup pikuk kota kini terasa di desaku.

Dulu suara gemercik air yang mengalir di sawah terdengar dari depan rumah. Dan Kemudian suara khas kodok sawah begitu tenang di kala berjalana mengelilingi desa. Sebelumnya tak pernah terpikir olehku suara bising kota itu akan menggantikannya dan akan berkeleling di sekitar rumahku.

Suara jangkring dan kodok yang selalu ku dengar dari sore hingga malam hari kini berganti menjadi nada kota. Nada yang biasanya hanya sekali dalam setahun kusambangi untuk mencari pakaian lebaran. Kendaraan bermotor.

Pohon yang dulu rindang kini menjadi terik kala mentari sejajar dengan ubun-ubun kepala. Ah, sepertinya sekarang tambah rindang oleh gedung-gedung pecangkar langit. Kenapa aku harus mengeluh atas keteduhan yang di berikan.

Apakah aku terlalu takut desaku akan benar-benar menjadi kota. Desa yang dulu damai dan tenang akan menjadi sebuah sapaan antar kendaraan bermotor, dan sibuknya manusia berlalu-lalang

“Ah, itu hanya ketakutanku saja” batinku.

Seharunya aku tidak pernah berpikiran akan hal yang aku takutkan itu, yang justru semakin hari menjadi hal nyata sekarang ini. Atau memang ini sudah menjadi rencana sang perubahan.

Sungai yang dulu jernih kini menjadi air cokelat berbusa, terasa seperti alkohol yang di tuangkan kedalamnya. Kalian pernah melihatnya entah di film ataupun di televisi. Tempat yang sering ku kunjungi sepulang sekolah untuk menyegarkan raga yang kotor ini dan juga mendinginkannya dari sang mentari. Masih ku ingat membendung air dengan bebatuan yang ada di sungai sebagai tempat mandi. Rasanya baru kemarin aku bermain disana, kini hanya sebatas kenangan saja.

Tanah desa berlahan menjadi tanah kota. Tak bisa ku hundari dan tak bisa ku rubah selain berusaha melestarikan yang ada saat ini.

Saya mohon maaf jika ada kekeliruan atau bahasa yang tidak dimengerti, saya bukanlah ahli bahasa ataupun pandai merangkai kata. Literasiku ini hanya sebuah caraku untuk menenangkan jiwa.

Terima kasih sudah membaca. Kritik dan saran sangat saya butuhkan.

Tinggalkan komentar