Kenapa saya pindah dari windows ke Linux ( Manjaro )

Lihat postingan curhatan pengguna windows yang pindah ke linux jadi pengen curhat juga, hehe

Oke, Kenapa saya pindah Operating Sistem (OS) dari windows ke Linux

ini di dasari dari laptop saya yang bisa di bilang hardwarenya kecil.  Dan ingin keluar zona nyaman.

Ketika itu menggunakan windows 10 saya merasakan laptop terbebani sekali, di saat idle saja sudah memakan banyak RAM, padahal sudah banyak service yang tidak terpakai saya matikan.

Tidak di pungkiri windows memang sangat memanjakan penggunanya. Termasuk saya terlalu nyaman sama dia ( windows ) kala itu.

Jadi, kenapa saya pindah ke linux?

Sebelum saya berpindah ke linux saya di binggunkan oleh banyak pilihan. Karena di dalam linux ada banyak sekali distro. Ada ubuntu, debian, linux mint dan lain-lain.

Awal pakai linux kala itu ada komunitas Indonesian Backtrack Team dan setelah nonton film Hacker 1995.

Semangat saya sangat membara ketika ketika masuk group ketika itu harus memecahkan kode rahasia dari sebuah gambar untuk bisa bergabung dengan group tersebut. Waktu itu belum mengerti teknik enkripsi dan deskripsi steganography. Jadi saya tidak bisa memasuki group tersebut. Sampai akhirnya pendaftaranya di permudah registrasi biasa sudah dapat masuk kedalam group.

Singkat cerita saya kembali menggunakan windows karena kebutuhan sekolah saat itu harus menggunakan windows.

ampai akhirnya ketika saya bekerja sebagai freelance web developer. Saya membutuhkan operating system yang ringan dan kuat.

Setelah mencoba beberapa distro linux, akhirnya saya jatuh hati dengan Manjaro. Saya merasakan hal berbeda di dalam manjaro. Saya sudah coba ubuntu, debian, linux mint namun dengan manjaro saya sangat merasa mudah mengoperasikanya ketimbang dengan distro yang lain.

Dan sampai saat ini saya masih menggunakan manjaro sebagai sistem operasi utama saya.

Kenapa saya memilih manjaro sebagai sistem operasi saya.

Pertama, karena sistem operasi ini sangat mudah di customize . Dibandingan dengan distro lain menurut saya manjaro sangat mudah untuk di otak-atik.

Kedua, sangat ringan untuk di gunakan di laptop saya yang hanya memiliki RAM 4GB dengan procession i3 6006u. Waktu IDLE saja hanya memkan RAM 400-600MB dengan banyaknya service yang aktif.

ketiga, tentunya sistem operasi linux ada open source yang artinya sistem operasi ini gratis. Ketimbang linux yang harus membeli sistem operasinya dengna harga yang sangat mahal.

Keempat, apliksinya juga banyak yang open source.

Itulah alasanya saya kenapa berpindah dari windows ke linux.

Tinggalkan komentar