Dieng Dan Telaga Yang Gagal Aku Singgahi

Dieng Dan Telaga Yang Gagal Aku Singgahi

Sekitar tahun 2014, saya dan teman-teman saya merencanakan pergi ke negeri di atas awan Dieng. Recana kita adalah mengelilingi wisata yang ada kawasan tersebut. Akhirnya kami berempat berangkat, oh ya perkenalkan ke tiga teman saya adalah Sumari, Ardi, Hendi.

Singkat cerita kami sampai pada siang hari, dan tujuan pertama kami adalah Candi Arjuna. Kami keliling sebentar menikmati candi dan mengabadikannya melalui foto. Berikut foto kala itu 🙂

Dieng Agustus 2014

Setelah puas berkeliling di candi arjuna, kami melanjutkan perjalanan menuju kawah sikidang. Perjalanan yang harusnya bisa ditempuh sekitar 5 menit menjadi molor sekitar 30 menit. Ini akibat antrian panjang menuju kawah sikidang.

Karena tiket suda satu paket dengan candi arjuna kita cukup memperlihatkan tiket yang sudah dibeli kepada petugas.

Sesampainya disana kita harus melewati pasar, adanya pasar ini mungkin bertujuan agar para wisataawan sekalian berbelanja oleh-oleh.

Sampai disana sekitar pukul setengah sebelas, dan cuaca saat itu sedang bagus-bagusnya, akan tetapi panasnya luar biasa.

Tips : Jika datang pada siang hari gunakanlah pakaian yang nyaman dan topi untuk menghindari terik panas matahari.

Setelah mencapai kawah berlumpur bercampur air yang sedang marah dan saya melihat pagar beton dan bambu yang mengelilingi kawah, ini untuk keamanan para pengujung.

Kawah sikidang memiliki panas yang luar biasa, bagaimana tidak air yang ada disitu saja sampai mendidih suhunya sekitar 80-90 derajat dan bisa untuk merebus telur. Oh ya waktu itu didalam pagar ada dua orang yang berjualan telur rebus dan air kawah. “Memang bisa dibeli airnya?” kemarin sih ada yang beli, harganya satu botol kalo tidak salah 5000 ribu rupiah, katanya sih bisa buat pengobatan gitu.

Dan disinipun ada beberapa wahana yang bisa kita coba seperti flying fox yang melewati kawasan kawah dan menjajal moto cross.

Setelah puas menikmati kawasan kawah sikidang kami melanjutkan perjalanan ke telaga warna.

Singgah Ke sebuah Tempat Yang Dulu Gagal Aku Singgahi

Juni 2019 saya singgah ke telaga warna sebuah destinasi wisata di Dieng yang 5 tahun lalu gagal aku singgahi.

Tiket masuknya waktu libur lebaran yakni 15 ribu rupiah, naik 5 ribu kata petugasnya.

Ayah saya merasa takjub melihat telaga warna airnya berbeda warna, seperti menciptakan keharmonisnya sendiri. Kebetulan juga keluarga saya belum ada yang pernah kesini.

Karena tadi sudah pada lelah akibat tenaga yang terkuras di Kawah Sikidang, jadi ibu, kakak perempuan adik perempuan, keponakan yang cewek tidak ikut mengelilingi telaga warna.

Sementara saya mengajak ayah untuk berkeliling, mumpung sudah ada disini dan masa cuma duduk aja kan gak seru juga. Akhirnya kami berdua berjalanan menyusuri tempat ini.

Ada beberapa spot foto yang bisa diambil disini untuk mengisi feed instagram kamu.

Setelah berkeliling, hati ini menjadi lega karena tempat ini sempat ingin aku kunjungi dan sudah tercapai sekarang.

Tinggalkan komentar