100 Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019

100 Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) kembali memberitahukan klasterisasi perguruan tinggi Indonesia tahun 2018 bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-73, 1782018.

Pengumuman ini dikatakan dalam jumpa pers yang dilangsungkan usai Upacara Peringatan HUT RI Ke-73 di Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong.

Direktur Jenderal Kelembagaan Iptek dan Dikti Patdono Suwignjo menuliskan klasterisasi ini dilaksanakan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang sedang di bawah naungan Kemenristekdikti guna menambah mutu perguruan tinggi secara berkelanjutan dalam mengemban Tridharma perguruan tinggi.

“Klasterisasi ini pun dapat dijadikan dasar untuk Kemenristekdikti untuk mengerjakan pembinaan perguruan tinggi dalam rangka menambah kualitas perguruan tinggi di Indonesia, penyusunan kepandaian untuk menambah kualitas perguruan tinggi, serta menyerahkan informasi untuk masyarakat umum tentang performa perguruan tinggi di Indonesia,” ungkapnya.

Penilaian performa perguruan tinggi pada tahun ini secara garis besar terdapat sejumlah penyesuaian sebagai hasil penilaian dari evaluasi tahun 2017. Pada tanggal 17 Agustus 2018 ini, Kemenristekdikti menerbitkan hasil klasterisasi melulu terhadap kumpulan perguruan tinggi non vokasi, yakni Universitas, Institut, dan Sekolah Tinggi.

Sementara guna perguruan tinggi vokasi, Patdono menuliskan masih dalam proses pengembangan dan analisa untuk mengejar indikator yang tepat dalam menggambarkan performa perguruan tinggi vokasi.

“Jika hingga akhir tahun 2018 nanti kami mengejar model yang sesuai untuk klasterisasi perguruan tinggi vokasi, nanti bakal kami umumkan,” tuturnya.

Pada tahun 2018 ini, terdapat peningkatan satu komponen utama yakni Kinerja Inovasi. Oleh sebab itu, komponen utama yang dipakai untuk menilai performa perguruan tinggi Indonesia merangkum 5 (lima) komponen utama, yaitu:

5 Komponen Untuk Menilai Perguruan Tinggi Di Indonesia

a) Kualitas SDM, yang merangkum prosentase jumlah dosen berpendidikan S3, prosentase jumlah lektor kepala dan guru besar, dan rasio mahasiswa terhadap dosen;

b) Kualitas Kelembagaan, yang merangkum akreditasi institusi dan program studi, jumlah program studi terakreditasi internasional, jumlah mahasiswa asing, serta jumlah kerjasama perguruan tinggi ;

c) Kualitas Kegiatan Kemahasiswaan, yang merangkum kinerja kemahasiswaan;

d) Kualitas Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat, yang merangkum kinerja penelitian, kinerja pengabdian pada masyarakat, dan jumlah tulisan ilmiah terindeks scopus per jumlah dosen dan

e) Kualitas inovasi, yang merangkum kinerja inovasi.

“Perubahan/penambahan indikator pada sejumlah komponen utama dikomparasikan pada tahun sebelumnya diinginkan komponen utama itu dapat lebih mencerminkan situasi perguruan tinggi Indonesia cocok dengan jangkauan pada setiap komponen utama tersebut,” harap Patdono.

Patdono pun menjelaskan terdapat evolusi yang paling signifikan dalam klasterisasi tahun ini yakni dengan memasukkan Kualitas Inovasi sebagai di antara komponen utama dengan destinasi untuk lebih mendukung kepandaian Kemenristekdikti dalam hiliriasasi hasil penelitian ke sektor industri. Pasalnya Kesiapan teknologi dan Inovasi ialah dua pilar dari dua belas pilar dalam indikator daya saing bangsa.

Di samping itu, indikator yang dipakai pada sejumlah komponen utama pun merasakan penyesuaian, yaitu peningkatan indikator kerjasama perguruan tinggi pada komponen utama kelembagaan. Peningkatan kerjasama perguruan tinggi diinginkan dapat memperluas jejaring (networking) yang dapat menambah kualitas perguruan tinggi dari sisi kelembagaan maupun sumber daya manusianya.

Dari hasil analisis terhadap data yang terdapat baik data pada Pangkalan Data Pendidikan Tingi (PDDikti) Kemenristekdikti, data yang dikeluarkan oleh unit utama Kemenristekdikti, maupun sumber-sumber beda yang relevan, maka didapatkan 5 (lima) klaster perguruan tinggi Indonesia dengan komposisi :

Klaster 1 berjumlah 14 perguruan tinggi; Klaster 2 berjumlah 72 perguruan tinggi; Klaster 3 berjumlah 299 perguruan tinggi, Klaster 4 berjumlah 1,470 perguruan tinggi, dan
Klaster 5 berjumlah 155 perguruan tinggi.

Adapun perguruan tinggi non-vokasi yang masuk pada Klaster 1 terurut cocok dengan skornya ialah sebagai berikut:

  1. Institut Teknologi Bandung (3,57)
  2. Universitas Gadjah Mada (3,54)
  3. Institut Pertanian Bogor (3,41)
  4. Universitas Indonesia (3,28)
  5. Universitas Diponegoro (3,12)
  6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (3,10)
  7. Universitas Airlangga (3,03)
  8. Universitas Hasanuddin (2,99)
  9. Universitas Padjadjaran (2,95)
  10. Universitas Andalas (2,88)
  11. Universitas Negeri Yogyakarta (2,83)
  12. Universitas Brawijaya (2,82)
  13. Universitas Pendidikan Indonesia (2,70)
  14. Universitas Negeri Malang (2,61)

Dirjen Kelembagaan Iptekdikti Patdono menuliskan bahwa yang unik dari klasterisasi tahun ini yaitu sesudah ada peningkatan komponen inovasi dan indikator kerjasama perguruan tinggi, ada sejumlah perguruan tinggi yang adalahLembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) masuk ke dalam klaster 1 laksana Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Pendidikan Indonesia dan Universitas Negeri Malang.

“Bisa diputuskan berarti di LPTK-LPTK tersebut punya tidak sedikit inovasi dan kerjasama perguruan tinggi,” pungkas Patdono.

Untuk memahami informasi lebih detail, Perguruan tinggi dapat menyaksikan nilai dari setiap komponen yang terdapat sebagai bahan penilaian peningkatan bobot secara online melewati laman http://pemeringkatan.ristekdikti.go.id dengan memasukkan 6 (enam) digit kode perguruan tinggi setiap yang terdaftar pada PDDikti Kemenristekdikti.

Pada peluang yang sama, Sekretaris Jenderal Kemenristekdikti Ainun Na’im menyampaikan sejumlah hal berhubungan capaian Kemenristekdikti. Ainun menuliskan perkiraan Kemenristekdikti pada tahun 2019 naik dari sebelumnya di tahun 2018 sebesar 40,3 triliun menjadi 41,2 triliun di tahun 2019.

Disampaikan Ainun bahwa perkiraan tersebut akan dianggarkan untuk peningkatan kuota beasiswa bidikmisi, revitalisasi politeknik, serta penambahan Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Disamping tersebut juga ada perkiraan untuk sarana dan prasarana (sarpras) sebesar 1,6 triliun yang pelaksanaannya di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Selain tersebut Ainun pun menyampaikan bahwa Kemenristekdikti pun mendapatkan tambahan perkiraan pada tahun 2018. Suntikan dana itu salah satunya akan dipakai untuk menolong Universitas Mataram yang terkena akibat gempa bumi di Lombok.

Capaian lainnya, Ainun melafalkan Kemenristekdikti meraih dua penghargaan Top 99 inovasi layanan publik dari Kementerian PAN dan RB. Adapun dua penghargaan tersebut meliputi layanan Simonev (Sistem Monitoring dan Evaluasi) yang dikembangkan oleh Kemenristekdikti dan layanan PJJ (Pendidikan Jarak Jauh) yang dikembangkan Universitas Indonesia.

Turut muncul dalam acara jumpa pers tersebut, Inspektur Jenderal Kemenristekdikti Jamal Wiwoho, Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Muhammad Dimyati, Direktur Penjaminan Mutu Aris Junaidi, Staf Ahli Menristekdikti Bidang Akademik Paulina Pannen, Staf Ahli Menristekdikti Bidang Relevansi dan Produktivitas Agus Puji Prasetyono, Kepala Puspiptek Sri Setiawati, Kepala Biro Kerjasama dan Komunikasi Publik Nada Marsudi, Kepala Biro Perencanaan Erry Ricardo, Kepala Biro Umum dan Keuangan Wiwin Darwina, Kepala Biro Sumber Daya Manusia Ari Hendarto, Kepala Biro Hukum dan Organisasi Ani Nurdiani, Direktur Pembelajaran Paristiyanti, Direktur Pembinaan Kelembagaan Iptekdikti Totok Prasetyo, Direktur Karir dan Kompetensi SDM Bunyamin Maftuh, Sekretaris Ditjen Penguatan Risbang Prakoso, Direktur Sarana dan Prasarana Sofwan Effendi, serta semua pejabat Kemenristekdikti lainnya.

Berikut ini infografis 100 besar hasil klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) non-vokasi tahun 2018:

Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019

Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019
Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019
Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019
Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019
Kampus Terbaik Di Indonesia Tahun 2018-2019

Tinggalkan komentar